Minggu, 29 Juni 2014

Pelaku Pembakaran Rumah Pipik Akhirnya Terkuak

Pelaku kebakaran rumah istri Ustad Jefri Al Buchori, Pipik Dian Irawati akhirnya terkuak. Pihak kepolisian merilis identitas pelaku berinisial IV. Parahnya tak hanya membakar, IV juga mencuri sejumlah uang saat keadaan ricuh akibat kebakaran. Alhasil, pemuda 20 tahun itu dikenakan pasal berlapis, pasal 187 dan 363 tentang pembakaran serta pencurian, dengan ancaman 12 tahun penjara.

"Untuk perkara dengan kasus pencurian 363, kemudian dari pengembangan, kami mendapatkan bahwa yang bersangkutan adalah termasuk dari orang yang membakar rumah di TKP. Pelaku menggunakan korek api gas dan dia bakar gorden di lantai satu," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Wahyu Hadiningrat, di kantornya, Senin (30/6/2014).

Lucunya, setelah melakukan pembakaran, IV kemudian sempat membantu Pipik untuk keluar dari rumah. Setelah situasi sedikit aman, kemudian pelaku melihat ada kesempatan untuk mengambil sejumlah uang dari Pipik.

"Kemudian yang bersangkutan keluar rumah dari garasi, dan melihat kobaran api besar. Tersangka berusaha untuk mengeluarkan korban, dia melihat ada kesempatan mengambil uang yang dimasukan ke gitar dan digunakan untuk membeli barang," jelas Wahyu.

Pihak kepolisian telah mengantongi identitas terkait kasus pembakaran rumah ibu empat anak tersebut. Saat ini pelaku masih berada di Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur untuk menjalani perawatan.

"Sementara ini pelaku yang melakukan (pembakaran) seorang sendiri, barang bukti dikirim ke forensik.
Tersangka sekarang mengalami sakit perut yang melilit di RS Kramat Jati. Dia baru keluar dari sekolah menengah kejuruan," tuntasnya.

Selasa, 17 Juni 2014

4 keberatan yang diajukan oleh citra KDI

Sidang terdakwa penganiayaan, Citra KDI kembali dibuka di Pengadilan Negeri Cibinong, Kab. Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/6/2014). Sidang beragendakan pembacaan eksepsi atau nota keberatan dari pihak Citra, atas dakwaan yang diajukan oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Kuasa hukum Citra menyatakan sedikitnya ada tiga hal yang membuat kliennya merasa perlu melakukan eksepsi.

"Dalam menentukan waktu terjadinya surat dakwaan harus ditulis dengan cermat dan tepat, itu tidak dilakukan oleh JPU. Dalam dakwaan disebutkan waktu kejadian terjadi tanggal 7 Januari 2014 atau setidak-tidaknya dalam waktu tersebut. Dari situ terlihat sangat menyesatkan atau kabur, ada keraguan dari JPU," ungkap Ganti Lumbantoruan, kuasa hukum Citra di PN Cibinong, Selasa (17/6/2014).

"Kemudian, di dakwaan tempat yang ditulis di kantor PA Bogor atau setidak-tidaknya ada di tempat yang masih dalam kuasa hukum daerah PN Cibinong. Kata-kata itulah yang JPU buat sangat menyesatkan dan kabur," sambungnya.

Selain itu, ada hal yang dianggap Ganti sangat bertolak belakang dengan kenyataan. Di dalam dakwaan, JPU menyebut pelapor Irianti Malarangeng dan suami, Kolonel Inf. Yakraman Yagus memanggil Citra sebagai perempuan bayaran. Padahal, menurut kliennya tidak seperti itu.

"Yakraman memanggilnya 'Mana anakmu si lonte?' Tidak cukup sampai di situ, Irianti juga mengeluarkan kata-kata yang keras dengan menyebut 'Mana si lonte yang merebut suami orang?' Itu yang sebenarnya terjadi," kata Ganti.

Terakhir, Ganti justru menyebut kliennya lah yang menjadi korban kekerasan bukan seperti yang dituduhkan Irianti dan Yakraman.

"Karena mendengar kata Lonte, kemudian Citra menghampiri Yakraman dan Irianti, ia langsung ditarik dan dipukul sebanyak dua kali. Melihat anaknya dipukul, terdakwa II, Suharjo dengan naluri seorang ayah, reflek mendorong Yakraman pada bagian leher hingga terluka," paparnya.

Setelah pihak Citra menyampaikan bantahannya, majelis hakim kemudian memberikan waktu kepada JPU selama enam hari untuk menanggapi nota eksepsi. Sidang selanjutnya akan dibuka kembali pada Senin (23/6/2014) pekan depan.

Seperti diketahui, kasus ini merupakan kelanjutan dari laporan istri Yakraman Yagus, Irianti Malarangeng. Citra dan Irianti sempat terlibat cekcok di Pengadilan Agama Cibinong, hingga akhirnya pedangdut 29 tahun ini diduga telah melakukan penganiayaan kepada Irianti. Citra pun ditetapkan sebagai tersangka dan kini resmi menjadi tahanan Kejaksaan Cibinong.

Sebelumnya, Citra Ria dan Kolonel Inf. Yakraman Yagus menikah pada 20 Februari 2012. Tak lama kemudian, Yakraman mengajukan pembatalan nikah ke Pengadilan Agama Cibinong, Kab. Bogor, Jawa Barat. Ia berdalih buku nikahnya dengan Citra mempunyai data palsu.

Di sisi lain, Citra menilai suaminya itu hanya mencari alasan. Pasalnya, pada 2013 Yakraman menikahi seorang dokter gigi bernama Irianti Malarangeng.

Kamis, 12 Juni 2014

Foto bareng bersama jokowi Krisdayanti tidak boleh dekat-dekat

Sebelum Joko Widodo (Jokowi) menjadi calon presiden, Krisdayanti (KD) mengaku sudah pernah bertemu langsung dengan mantan wali kota Solo tersebut. Bahkan KD sempat berfoto bareng dengan Jokowi ketika pria tersebut menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Namun sayangnya, KD dilarang foto dekat-dekat dengan Jokowi. Istri Raul Lemos itu sendiri tak menjelaskan lebih jauh siapa yang melarangnya tak boleh dekat dengan Jokowi dan apa alasannya.

"Dari beliau jadi gubernur saya sudah ketemuan. Sudah foto, tapi nggak boleh dekat-dekat," ucapnya KD sambil tertawa  saat ditemui di kawasan Parkir Timur Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (11/6/2014).

Namun, hal itu tak mengubah sedikitpun dukungannya terhadap Jokowi dalam Pilpres 2014, 9 Juli mendatang. Sebab, menurutnya, Jokowi adalah sosok pemimpin yang mau mendengarkan hati nurani rakyat.

"Beliau yang saya tahu sangat merakyat dengan sangat berbesar hati untuk senantiasa mendengar. Sulit loh untuk menjadi pendengar, beliau bisa mendengarkan dengan hati dan menuangkan dengan pikiran," puji KD.

KD bersama penyanyi dan musisi lainnya bergabung dalam komunitas Revolusi Harmoni, sebagai bentuk dukungan untuk Jokowi-JK. "Saya dan rekan-rekan memberikan dukungan untuk Jokowi," tandasnya.

Jika sampai Jokowi dan JK menjadi presiden dan wakil presiden, Krisdayanti berharap keduanya lebih memperhatikan kaum wanita.

"Saya ibu dengan empat orang anak, yang pasti menginginkan dari pemerintah memperhatikan kaum wanita lebih banyak. Kemudian menjaga dengan regulasi dan aparaturnya supaya tidak ada lagi setiap lima menit itu ada yang kehilangan anaknya," ucapnya KD.

KD yakin dengan kepemimpinan Jokowi yang ia utarakan bisa teratasi. Sebab, kinerja bekas Walikota Solo itu sudah terbukti selama memimpin Jakarta.

"Memang (sebagai gubernur) implementasinya belum terlalu luas. Tapi nanti mudah-mudahan ketika beliau ada di rumah putih itu (Istana Presiden), dengan kepercayaan besar dan penuh dari rakyat Indonesia, mudah-mudahan dia bisa mengiplementasikan yang belum terlaksana," harap KD.

Jumat, 06 Juni 2014

Regina Mulai Pedekate Ke anak Nia

Regina Andriane Saputri mulai tancap gas dalam membina hubungan yang serius dengan Farhat Abbas. Terlebih lagi, Farhat kini sudah resmi bercerai dari Nia Daniati dan menyandang status duda.

"Pasti saya kalau menjalani hubungan dengan Farhat serius lah. Apalagi di usia saya yang sekarang, nggak mungkin main-mainlah. Dan kami sama-sama pernah gagal dalam berumah tangga," jelas Regina saat dihubungi via telepon, Jumat (6/6/2014).

Awalnya, diakui Regina sangat berat untuk mengaku sebagai kekasih Farhat. Pasalnya publik melihat dirinya sebagai wanita perusak rumah tangga orang.

"Padahal perceraian Mas Farhat dengan Nia sudah terjadi tujuh tahun lalu. Bukan karena ada saya mereka bubar. Sebenarnya saya bukan orang ketiga," kata Regina membela diri.

Keseriusan Regina ditunjukkan dengan memberanikan diri bertemu Muhammad Anggana Hadi Farhat, buat hati antara Farhat dengan Nia. Regina mengaku pertemuannya dengan Angga berjalan lancar.

"Baik-baik saja ya, biasa saja. Nggak ada rasa kesal. Jadi ya biasa-biasa saja, kayak anak sendiri," tutur Regina.

"Sebenarnya sudah beberapa kali bertemu. Cuma mungkin kalau anak laki-laki kan tak banyak bicara, beda sama perempuan. Jadi kami makan, ngobrol. Kalau nggak suka kan pasti kelihatan. Tapi dia ketawa-ketawa kok sama saya," pungkas Regina.

Selasa, 03 Juni 2014

Jadi Istri Jendral, Bella Saphira Tak lama lagi berdandan

Banyak hal yang berubah dengan kehidupan Bella Saphira sejak menjadi istri Mayjen Agus Surya Bakti. Bintang film Arisan Brondong ini tak lagi suka berlama-lama dandan. Padahal dulu ketika masih aktif di dunia entertain, Bella biasa menghabiskan waktu minimal tiga jam untuk merias wajahnya.

"Semuanya paket hemat misalnya kita minta waktu dandan tiga jam dulu, sekarang sudah nggak. Cukup 15 menit, terus dulu bisa bawa make up artis, sekarang nggak ada," ceplos Bella Saphira ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

Tak hanya itu, artis 40 tahun ini juga tak lagi memiliki asisten pribadi. Bahkan, sekarang Bella yang merasa sebagai asisten pribadi bagi suaminya yang sering dinas ke luar kota. Gara-gara itu juga, Bella rajin bangun pagi.

"Sekarang asisten pribadi juga nggak ada, sekarang orang-orang anggota dalam rangka area kerja suami saya. Ke mana-mana suami saya pergi, malah harus saya dampingi. Saya juga lebih bangun pagi," katanya.

Meski banyak yang berubah dengan pola hidupnya sekarang, namun pesinetron Antara Cinta & Dusta itu mulai menikmati hidup barunya sebagai istri jendral. Apalagi, Bella juga mulai akrab dengan istri perwira TNI lainnya.

"Kalau ada kunjungan ke tempat yang (bahaya) saya sebaiknya tidak ikut, tapi di luar itu semua lebih banyak saya ikut (dinas). Saya juga sering istri-istri anggota lain, bakar ikan sama-sama itu beda sekali," tutur Bella Saphira.

Seperti diketahui, Bella Saphira dan Agus Surya Bakti menikah pada 30 Agustus 2013 di Sumatera Utara. Sebelum menikah, artis kelahiran 6 Agustus 1973 ini menjadi muallaf pada 26 Juli 2013 di Masjid Istiqlal.

Kamis, 29 Mei 2014

Dewi Perssik Akhirnya Bebas Dari Penjara

Dewi Perssik alias Depe akhirnya bisa menghirup udara kebebasan. Pukul 10.30 WIB, ia keluar dari pintu gerbang Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Tangisnya pecah. Ia tak bisa menyembunyikan keharuannya. Peluk cium terjadi antara dia dengan kerabat yang menjemputnya.

"Alhamdulilah, akhirnya saya keluar. Saya mau bertemu dengan anak dan orangtua saya," ucapny, di halaman Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Depe tampak mengenakan busana gamis warna hitam. Wajahnya cerah dengan polesan make up. Matahari yang menyengat membuat keringat menetes dari balik pori-pori wajahnya. Tubuhnya sempat gontai karena puluhan awak media berkerumun mengelilinginya.

Sanak keluarga yang sudah menunggu di luar langsung memeluknya. Kerinduannya tak tertahankan. Sebab, sudah tiga bulan ini ia berada di dalam tahanan. Hanya sesekali mereka bertemu dalam jam besuk setiap pekannya.

Depe telah menyelesaikan masa hukumannya di penjara, terkait kasus perkelahian bersama Julia Perez saat syuting film "Goyang Jupe Depe". Perasaannya benar-benar lega.

"Alhamdulillah," ucapnya.

Rabu, 28 Mei 2014

Presenter Rina Nose Sakit Gara-gara Kecewa Dengan Saipul Jamil

Presenter Rina Nose tak tampak di acara D Academy Indosiar yang biasa dipandunya bareng Irfan Hakim dan Ramzi. Absennya presenter kocak itu karena kondisi tubuhnya yang sedang sakit.

Sakitnya Rina Nose membuat Saipul Jamil, Salah satu juri D'Academy sedih, karena tak bisa bertemu Rina. Ya, Rina Nose dan Saipul Jamil dikabarkan memiliki hubungan khusus. Sering bertemu di D'Academy membuat benih-benih cinta muncul di antara mereka.

"Sebenarnya Rina Nose kecewa karena lihat saya bersanding dengan wanita lain. Alasannya sakit," kata Saipul Jamil saat ditemui di Jakarta baru-baru ini.

Saipul Jamil berusaha menghubungi Rina, tapi tak pernah digubris. "Gue BBM (BlackBerry Messanger) nggak pernah dibalas," Aku Saipul Jamil Atau yang akrab disapa Bang Ipul sambil memamerkan BBM-nya. "Gara-gara lihat gue dengan wanita lain, Rina Nose drop," seru Ipul.

Rina Nose dan Ipul sama-sama single. Kalau ada hubungan dengan keduanya, berarti kisah cinta antara janda dan duda. Rina memang pernah gagal menikah, bahkan 2 kali ia menjanda.

Begitupun dengan Saipul Jamil. Pernikahannya dengan Dewi Perssik kandas. Berapa tahun kemudian ia menikah lagi dengan Virginia. Baru berapa bulan menikmati manisnya madu pernikahan, Virginia tewas dalam kecelakaan mobil yang dikemudikan suaminya sendiri, di tol Cipularang, Jawa Barat.